NIEUW! Maak in een handomdraai je eigen Canon.

Over Mijn Canon Maak Canon

Garis Besar Kanon

Ke empat belas "garis besar Kanon" dimaksudkan sebagai gambaran latar belakang dari lima puluh jendela yang ada dalam Kanon. Garis besar Kanon merupakan garis merah dari sejarah Negeri Belanda yang menghubungkan semua jendela tersebut, menciptakan kohesi dari berbagai topik, obyek, pelaku dan tema-tema yang ditampilkan dalam diagram.

1. Negara di Bawah Laut

Belanda yang ada sekarang secara umum "diciptakan" oleh tangan manusia: bendungan air, pengeringan lahan dan pembangunan tanggul-tanggul. Menyesuaikan diri dengan air dan berjuang melawan banjir adalah garis merah dalam sejarah negara ini.

Bendungan Beemster; Banjir Besar

2. Berada dalam Kawasan Eropa

Kawasan yang sekarang disebut Belanda adalah delta sungai di benua Eropa. Posisi geografi tersebut menentukan sejarah Belanda selama berabad-abad. Pada tahun 4500 Sebelum Masehi, masyarakat agraris mulai berkembang di sini dan sejak awal era Kristen kawasan ini menjadi salahsatu wilayah kekuasaan Kekaisaran Romawi. Pada abad-abad berikutnya, kawasan ini menjadi bagian dari kekaisaran lain yang lebih besar. Baru pada tahun 1590 bentuk geografis Belanda yang ada sekarang mulai terpetakan. Namun, wilayah perbatasan berubah-ubah secara dramatis.

Perbatasan Romawi; Charles Agung; Charles V

3. Negara yang Beragama

Kehidupan beragama pada masa lalu di Belanda tidak banyak diketahui, tetapi berkat Tacitus (diantaranya), kita bisa mendapat informasi tentang bentuk-bentuk tuhan yang disembah pada saat itu. Masyarakat di negara-negara bawah laut mulai memeluk agama Kristen sekitar tahun 600-700 Masehi. Biara-biara menjadi pusat-pusat kebudayaan. Pada Abad ke-16 dan ke-17, perang dilancarkan untuk membela doktrin kebenaran. Saat ini, Kristen masih menjadi bagian penting dalam budaya Belanda.

Makam Megalitik; Perbatasan Romawi; Willibrord; Erasmus; Beeldenstorm; Statenbijbel

4. Bahasa Belanda

Perbendaharaan kata yang tertua dalam Bahasa Belanda tercatat sejak tahun 1100 dan ditulis oleh seorang pendeta Flemish. Tulisan dalam "bahasa ibu" baru dikenal pada Abad ke-16. Banyak orang masih berbicara dan menulis dalam bahasa Latin (kaum terpelajar) dan dalam bahasa Prancis (kaum elit). Setiap daerah mempunyai dialeknya sendiri. Namun demikian Belanda mempunyai sejarah kesusastraan yang panjang dalam bahasanya sendiri. Batas-batas bahasa tidak sejajar dengan batas-batas politis.

Hebban olla vogala; Statenbijbel; Max Havelaar; Annie M.G. Schmidt

5. Negara urban dan jalur perdagangan di mulut sungai Rhine, Schelde dan Maas

Sekitar tahun 1100, proses urbanisasi mulai terjadi di Belanda dan pusat-pusat perdagangan tumbuh. Pusat kegiatan pada awalnnya ada di selatan (Flanders dan Brabant), tetapi sekitar tahun 1500 bagian utara (propinsi Holland) menjadi pusat perdagangan yang kuat. Sejak sekitar tahun 1600, propinsi Holland dan Zeeland menjadi pusat perdagangan yang penting di Eropa. Belanda pada era modern meneruskan fungsi ini.

Liga Hanseatik; Lingkaran Kanal; Pelabuhan Rotterdam

6. Republik Tujuh Serikat Belanda : dibentuk melalui pemberontakan

Penduduk di kota-kota kecil mempunyai kebutuhan yang berbeda dengan kaum bangsawan. Pertanda adanya perseteruan kepentingan itu sudah ada sejak awal. Pada akhir Abad Pertengahan, para penguasa Burgundi mencoba memerintah negara-negara di bawah laut di bawah satu administrasi, tetapi kebijakan ini ditentang oleh penduduk maupun kaum bangsawan. Pada Abad ke-16, perlawanan ini bercampur aduk dengan seruan Reformasi. Perang pun pecahlah dan kaum bangsawan menjadi "gueux' (pengemis). William van Oranje tampil menjadi pemimpin kaum Pemberontak dan karenanya dikenal sebagai "Bapak Bangsa". Struktur politik yang unik dan dikenal sebagai "Republik" berkembang setelah kematiannya yang tragis tahun 1584. Ciri khas dari Republik adalah kekuasaan administratif para pemimpin daerah; otoritas pusat yang lemah dan toleransi beragama.

Floris V; Charles V; Beeldenstorm; William Oranje; Republik; Hugo Grotius; Spinoza; Lingkaran Kanal

7. Munculnya Masa Keemasan

Republik Tujuh Serikat Belanda menjadi sebuah superpower di Eropa pada Abad ke-17 : secara ekonomis, politis dan budaya. Masa berkuasanya singkat namun intensif. Kaum imigran (Yahudi, Flemings, Huguenots) memainkan peran penting dalam mewujudkan Masa Keemasan tersebut.

Dalam wilayah kebudayaan, cakupan dan kualitas lukisan pada Abad ke-17 sangat mengagumkan. Secara ekonomis, berkaitan dengan perkapalan, pasar bahan baku, pengelolaan lahan yang sangat maju dan industri. Secara politis, Republik merupakan bentuk pemerintahan yang unik di benua yang dikuasai oleh monarki. Tahun 1672 menjadi tahun penuh bencana yang menjadi pertanda meredupnya Masa Keemasan. Setelah itu, Republik menjadi pemain yang tidak menonjol lagi di panggung Eropa, bergantung kepada para penguasa Eropa agar diberi tempat untuk bergerak. Secara ekonomi dan budaya, Republik juga tidak berperan penting lagi sejak akhir Abad ke-17.

Hugo Grotius; Rembrandt; Michiel de Ruyter; Atlas Major Blaeu; Christiaan Huygens; Spinoza; Villa-villa Mewah

8. Kewirausahaan dan Kekuasaan Kolonial

Kapal-kapal Belanda mulai berlayar sejak sekitar tahun 1600. Eropa menjadi pusat perdagangan dunia, tetapi kegiatan perdagangan juga dilakukan di Asia, Afrika dan Amerika. Daerah-daerah koloni tumbuh di Asia dan Amerika. Bangsa Belanda juga memperdagangkan budak di ketiga benua tersebut. Pada Abad ke-19, sentralisasi pemerintahan Belanda di daerah-daerah koloni mengakibatkan perang yang panjang. Sampai saat ini, Belanda masih menjalin hubungan yang erat dengan Indonesia, Suriname dan Antilian.

VOC; Atlas Major Blaeu; Perbudakan; Max Havelaar; Indonesia; Suriname dan Antilian; Keberagaman di Belanda

9. Negara-bangsa, monarki konstitusional

Pada paruh kedua Abad ke-18, karena pengaruh aliran Pencerahan, selain hal-hal lainnya, banyak orang merasakan kebutuhan untuk menambah dan menyebarkan ilmu pengetahuan. Gagasan baru tentang penyelenggaraan pemerintahan dan masyarakat banyak didiskusikan. Gerakan Patriot yang mencoba membatasi kekuasaan Stadholders (para gubernur) dan memberi kesempatan lebih besar pada masyarakat untuk menyampaikan pendapat pada awalnya menemukan jalan buntu.

Bangsa Belanda pada era modern dibentuk antara tahun 1795 dan 1848. Fondasi bagi pembentukan negara bangsa tersebut dibangun pada periode Prancis (1795-1813). Setelah kekalahan Napoleon, William I, putra dari Stadholder (gubernur) terakhir menjadi raja dari serikat kerajaan. "Restorasi" Belanda ini tidak berlangsung lama karena Brussels bergabung dengan kaum pemberontak pada tahun 1830. Pada tahun 1848, fondasi bagi terbentuknya sebuah monarki konstitusional (sebagaimana Belanda saat ini) dikukuhkan dengan dirancangnya Konstitusi oleh Thorbecke. Kerajaan ini menjadi kekuasaan kecil yang teguh pada sikap netralnya.

Villa-villa mewah; Eise Eisinga; Patriot; Napoleon Bonaparte; Raja William I; Konstitusi

10. Bangkitnya Masyarakat Modern

Sejak sekitar tahun 1870, Amsterdam, Rotterdam, Den Haag dan Utrecht mulai tumbuh menjadi perkotaan. Industrialisasi di kawasan itu terjadi relatif terlambat. Pembangunan jalur kereta api sudah dimulai tidak lama sebelumnya. Jarak menjadi semakin kecil : integrasi Belanda pun dimulailah.

Seruan tentang pemerataan yang diatur oleh undang-undang semakin kuat terdengar. Orang-orang "biasa" menuntut agar diperhitungkan oleh masyarakat dan politik. Hal ini mendorong diberikannya hak pilih pada pria dan wanita berturut-turut pada tahun 1917 dan 1919. Para seniman "modern" saat itu tidak lagi menganggap diri mereka sebagai penopang tradisi artistik yang mapan dan memberikan kesempatan pada diri mereka untuk menjadi para artistik inovator. Dalam kesusastraan tujuan itu dicerminkan dalam "Gerakan Delapan Puluh", dalam seni lukis melalui aliran Impresionis dan Pasca-Impresionis dan dalam seni terapan melalui gerakan Art Nouveau dan Modernisme.

Jalur kereta api pertama; Perlawanan terhadap tenaga kerja anak-anak; Vincent van Gogh; Aletta Jacobs; Perang Dunia Pertama; De Stijl

11. Belanda pada masa Perang Dunia 1914-1945

Sebagai sebuah negara yang kecil, Belanda mencoba menghindari keterlibatan dalam konflik-konflik besar di Eropa. Hal itu berhasil dilakukan pada Perang Dunia Pertama, tetapi ketika perang berakhir, Belanda ditarik masuk dalam krisis global. Periode paling buruk pada saat pendudukan Jerman adalah pemboman Rotterdam, deportasi dan pembunuhan kaum Yahudi serta kelaparan pada musim dingin. Di Asia, perang dimulai tahun 1942, tetapi setelah kemerdekaan tahun 1945 sebuah perang baru berkobar dan tidak berakhir hingga tahun 1949. Perang Dunia Kedua dirujuk sebagai "masa lalu yang menolak menjadi sejarah".

Perang Dunia Pertama; De Stijl; Tahun-tahun Krisis; Perang Dunia Kedua; Anne Frank; Indonesia

12. Negara Kesejahteraan, demokratisasi dan sekularisasi

Rekonstruksi dimulai segera setelah Perang Dunia Kedua berakhir. Setelah tahun-tahun yang penuh kerja keras dan kemiskinan berlalu, pada tahun 1950-an merupakan periode saat terjadinya perubahan besar dalam gaya hidup masyarakat Belanda. Negara kesejahteraan dan masyarakat yang makmur melahirkan peningkatan standar kehidupan secara drastis. Selain itu, orang-orang memutuskan hubungan mereka dengan gereja, kelompok sosial politik dan keluarga. Perubahan ini ditandai dengan hubungan yang tidak begitu hirarkis lagi antara orangtua dan anak, perubahan peran pria dan wanita dan semakin terbukanya pandangan tentang seksualitas. Dalam kaitannya dengan politik, hal ini sangat erat berhubungan dengan gerakan yang kuat menuju demokratisasi : otoritas kelompok elit yang mapan mulai dipermasalahkan.

Willem Drees; Banjir Besar; Televisi; Pelabuhan Rotterdam; Annie M.G. Schmidt; Sumber gas alam

13. Diversifikasi Belanda

Setelah Perang Dunia Kedua, Belanda terlibat dalam perang kolonial melawan gerakan kemerdekaan Indonesia. Selama dan setelah perang itu, banyak orang Belanda, Indo-Eropa dan Maluku pindah ke Belanda.

Gelombang imigran lainnya menyusul : pada tahun 1960-an, para pekerja dari negara-negara Mediterania tiba, pada saat dekolonisasi Suriname (1975) orang-orang juga datang dari bekas negara jajahan tersebut dan kemudian dari Belanda-Antilian, disusul dari berbagai negara lainnya. Masyarakat Belanda berubah dengan meningkatnya imigrasi. Tak terelakkan lagi muncullah ketegangan antara penduduk yang sudah mapan dan penduduk yang baru.

Indonesia; Suriname dan Antilian; Keberagaman di Belanda

14. Belanda di Eropa

Setelah Perang Dunia Kedua diikuti oleh Perang Dingin, Belanda menjadi semacam penengah dalam kerjasama Atlantik dan Eropa. Begitu Perang Dingin berakhir, kerjasama Eropa dengan cepat berkembang. Pada tahap ini, Belanda juga aktif dalam berbagai misi perdamaian PBB.

Srebrenica; Eropa