Aletta Jacobs 1854 - 1929

Emansipasi Wanita

Aletta Jacobs adalah perempuan pertama dalam sejarah Belanda yang secara resmi terdaftar di universitas. Hal itu terjadi tahun 1871. Ketika masih duduk di bangku sekolah menengah, Aletta menulis surat kepada Perdana Menteri Thorbecke memohon izin agar diperbolehkan untuk mengikuti "kelas akademis". Impian Aletta Jacobs adalah menjadi seorang dokter. Thorbecke membalas suratnya dalam waktu satu minggu, tetapi tidak langsung menulis kepada Aletta Jacobs, melainkan kepada ayahnya yang menyatakan bahwa permohonannya dikabulkan. Dengan demikian, berkat seorang gadis berusia tujuh belas tahun, pada tahun 1871 universitas di Belanda terbuka untuk kaum wanita. Sebelumnya, universitas dan sebagian besar sekolah lainnya, hanya terbuka untuk kaum pria. Hanya Anna Maria van Schurman, seorang wanita terpelajar (menguasai tidak kurang dari sepuluh bahasa) yang hidup di Abad ke-17 yang pernah diizinkan mengikuti berbagai kuliah (di Utrecht). Namun, beliau harus duduk di balik tirai agar tidak menimbulkan gangguan bagi para lelaki muda.

Sepanjang hidupnya, Aletta Jacobs berjuang untuk hak-hak wanita. Sebagai dokter, misalnya, beliau membuka praktek yang membantu kaum wanita untuk memperoleh kontrasepsi agar mereka tidak perlu hamil setiap tahun. Beliau juga menentang kesewenang-wenangan dalam perdagangan eceran. Ditempatnya berpraktek di Amsterdam, beliau memperhatikan bahwa kaum wanita yang menjadi pelayan toko menderita banyak keluhan fisik karena dipaksa untuk berdiri sepanjang hari (yang saat itu sebelas jam penuh). Berkat Aletta Jacobs, sebuah peraturan disahkan yang mewajibkan toko-toko untuk menyediakan fasilitas tempat duduk bagi para karyawannya. Selama lima puluh tahun, Aletta Jacobs juga berjuang agar kaum wanita mempunyai hak memilih, bersama-sama dengan para pria dan wanita yang mendukung hak-hak kaum wanita. Para wanita ini menyebut diri mereka "feminis" dan membuat suara mereka didengar dengan berbagai cara: mereka menyelenggarakan pameran, menerbitkan surat kabar dan selebaran, mendirikan organisasi, melaksanakan demonstrasi dan mengajukan petisi. Namun demikian, baru pada tahun 1919 hak memilih bagi kaum wanita disahkan. Tahun 1922, kaum wanita di Belanda memilih dalam pemilu untuk pertama kalinya. Aletta Jacobs pada saat itu berusia 68 tahun.

Selama berabad-abad, politik menjadi wilayah eksklusif kaum pria, seperti halnya dunia akademis, gereja dan angkatan bersenjata. Orang percaya bahwa kaum wanita tidak setara dengan kaum pria : tugas mereka adalah mengurus rumah tangga dan menjaga anak-anak, karenanya tidak dapat berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. Selalu terdengar kritik terhadap cara pandang yang "patriarkis" ini, tetapi perubahan yang nyata baru terjadi pada Abad ke-20. Gelombang kedua kampanye kaum feminis dibutuhkan untuk mencapai tujuan ini. Pada tahun 1960-an, "dolle minas" (para wanita Belanda pecinta kebebasan) melancarkan kampanye tentang emansipasi perempuan. Mereka tidak mau dipaksa untuk hidup menjadi ibu rumah tangga seperti para ibu mereka. Tahun 1980 Undang-undang Kesempatan yang Sama disahkan.


  • Sekitar 3000 Sebelum Masehi Kuburan Megalitik Petani Zaman Dulu  
  • 47 Masehi - 400 Masehi Perbatasan Romawi Garda Depan Kerajaan Romawi  
  • 658 Masehi - 739 Masehi Willibrord Penyebaran Kristen  
  • 742 Masehi - 814 Masehi Karel Agung Kaisar dari Negeri Malam  
  • Sekitar 1100 Hebban olla vogala Bahasa Belanda Tertulis  
  • 1254 - 1296 Floris V Seorang Pangeran Belanda dan Para Bangsawan yang Tidak Puas  
  • 1356-sekitar 1450 Liga Hanseatis Kota-kota Perdagangan di Negara-negara Bawah Laut  
  • 1469? - 1536 Erasmus Seorang humanis internasional  
  • 1500 - 1558 Charles V Benelux sebagai Sebuah Kesatuan Administratif  
  • 1566 Beeldenstorm (penghancuran berhala) Konflik agama  
  • 1533 - 1584 William van Oranje Dari bangsawan pemberontak menjadi "Bapak Bangsa"  
  • 1588 - 1795 Republik Fenomena politik yang unik  
  • 1602 - 1799 Perusahaan Dagang Belanda di Hindia Timur (VOC) Penjelajahan antarbenua  
  • 1612 Lahan Beemster Belanda dan Air  
  • 1613 - 1662 Lingkaran Kanal Pembangunan Kota pada Abad ke-17  
  • 1583 - 1645 Hugo Grotius Perintis Hukum Internasional Modern  
  • 1637 Statenbijbel (Kitab Injil versi resmi) Bukunya segala buku  
  • 1606? - 1669 Rembrandt Pelukis yang terkenal  
  • 1662 Atlas Major Blaeu Pemetaan Dunia  
  • 1607 - 1676 Michiel de Ruyter Pahlawan di Laut dan Ekspansi Republik  
  • 1629 - 1695 Christiaan Huygens Ilmu Pengetahuan pada Abad Keemasan  
  • 1632 - 1677 Spinoza Pencari Kebenaran  
  • Sekitar 1637 - 1863 Perbudakan Perdagangan manusia dan kerja paksa di Dunia Baru  
  • Abad ke-17 dan 18 Villa megah Kehidupan yang sejahtera  
  • 1744 - 1828 Eise Eisinga Pencerahan di Belanda  
  • 1780-1795 Patriot Konflik Politis dalam Modernisasi Republik  
  • 1769 - 1821 Napoleon Bonaparte Periode Prancis  
  • 1772 - 1843 Raja William I Kerajaan Belanda dan Belgia  
  • 1839 Jalan Kereta Api yang Pertama Percepatan  
  • 1848 Konstitusi Peraturan dan Prinsip-prinsip Dasar Pemerintahan  
  • 1860 Max Havelaar Skandal di Hindia Belanda  
  • Abad ke-19 Pertentangan terhadap Tenaga Kerja Anak-anak Keluar dari kerja dan kembali ke sekolah  
  • 1853 - 1890 Vincent van Gogh Seniman modern  
  • 1854 - 1929 Aletta Jacobs Emansipasi Wanita  
  • 1914 - 1918 Perang Dunia Pertama Perang dan Ketidakberpihakan  
  • 1917 - 1931 De Stijl Revolusi dalam Desain  
  • 1929 - 1940 Masa Krisis Masyarakat dalam Depresi  
  • 1940 - 1945 Perang Dunia Kedua Pendudukan dan Pembebasan  
  • 1929 - 1945 Anne Frank Penganiayaan terhadap Kaum Yahudi  
  • 1945 - 1949 Indonesia Koloni yang Berjuang untuk Merdeka  
  • 1886 - 1988 Willem Drees Negara Kesejahteraan  
  • 1 Pebruari 1953 Banjir Besar Bahayanya Air  
  • Sejak 1948 Televisi Kebangkitan Media Massa  
  • Sejak sekitar 1880 Pelabuhan Rotterdam Gerbang Dunia  
  • 1911 - 1995 Annie M.G. Schmidt Melawan Kemapanan di Negara Borjuis  
  • Sejak 1945 Suriname dan Belanda Antilian Dekolonisasi di Barat  
  • 1995 Srebrenica Dilema Penjaga Perdamaian  
  • Sejak 1945 Keberagaman di Belanda Masyarakat Multikultural  
  • 1959 - 2030? Persediaan Gas Alam Kekayaan yang Terbatas  
  • Sejak 1945 Eropa Orang Belanda dan Orang Eropa  
versi indonesia